Ingin Ulang Masa Kecil Anda? Berburu Jajanan Khas Tegal di Alun-alun

Ingin bernostalgia dengan masa kecil Anda? Jika saat ini Anda sudah menetap di luar kota atau punya kesibukan di luar Kota Tegal, Tak usah kuatir. Anda bisa menikmati jajanan tradisional khas Tegal untuk mengobati kerinduan terhadap menu khas masa kecil itu.

Meski hanya jajanan tradisional yang terbuat dari bahan utama singkong, ketan, sagu dan kelapa, namun rasanya tetap menggiurkan lidah dan membangkitkan selera. Apalagi kalau makanan yang dijual bervariasi, aneka rupa, harga terjangkau dan tentunya memiliki cita rasa lezat.

Hanya saja jenis-jenis jajanan tradisional itu mulai jarang ditemui di Kota Tegal. Banyaknya ragam jajanan asing atau modern menjadi alasan kue tradisional ini terlupakan.

Nah, peluang ini yang dimanfaatkan seorang pedagang jajanan tradisional di Pasar Alun-alun Kota Tegal. Bahkan, lapak milik Liah (58, warga Jalan Kalimati Kelurahan Mintaragen RT 4 RW 7 Tegal Timur menjadi satu-satunya lapak yang hingga kini masih bertahan

Liah tak memungkiri keadaan itu, namun di tengah banyaknya penjual makanan lain. Liah tetap bertahan dan terus menjajakan jajanan tradisional sebagai mata pencahariannya sekaligus melestarikannya.

“Alhamdulillah dari usaha jualan jajanan tradisional ini, saya diberikan rezeki yang cukup. Ya walaupun tidak selalu ramai pembeli, tapi saya masih punya pelanggan. Ya itung-itung sekalian melestarikan jajanan tradisional ini,” ujar Liah kemarin.

Liah sudah berjualan jajanan tradisional sejak 20 tahun lalu. Bahkan, usaha jajanan tradisional itu, sudah ada turun temurun dari orang tuanya.

“Kalau saya sendiri sudah jualan jajanan pasar di sini sudah lebih dari 20 tahun. Usaha ini saya teruskan dari almarhumah ibu Karyatun. Jadi kira-kira sudah sekitar 40 tahunan jualan jajanan pasar ini,” katanya.

Selama berjualan, dia tak pernah pindah-pindah lokasi. Sebab, para pelanggan sudah mengenal penjual jajanan pasar di Kota Tegal itu di pojok pasar alun-alun.

“Dari dulu sampai sekarang, tempat jualan saya ya di sini saja dan tidak pernah pindah. Kalau orang bilang jajan pasar pojok alun-alun,” tambahnya.

Jajanan kue tradisonal yang dijajakan Mbah Liah memiliki lebih dari 15 jenis rupa. Seperti, ketan kelapa, singkong kelapa, gemblong, senil, ongol-ongol, awul awul, kapur, ketan manis, ketan hitem, getuk, alu-alu, gemblong ketan manis, gemblong ketan kacang, wajik, cenil, gendar, Ketan gurih, dan blendung.

Dalam sehari, Liah membuka lapaknya mulai pukul 14.00-19.00 WIB dan dapat menjual 200-250 porsi, di mana satu porsinya dihargai Rp3.000. Namun terkadang nenek enam cucu ini hanya melayani 20-30 pelanggan dalam sehari, yang artinya dagangannya laku tidak sampai 100 porsi.

Ingin coba, silakan datang saja ke Pasar Alun-alun Kota Tegal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Nadaorganizer